Belajar Arti Kegagalan
Dsn.Waru Ds.Waruberon RT08/RW02 Kec.Balongbendo, Kab.Sidoarjo No.handphone : 082233783336 Email : erzhacute@gmail.com
Kala itu pada hari jumat, 14 Agustus 2020 pukul 3 sore pengumuman SBMPTN. Sebelum membuka pengumuman aku melaksanakan sholat ashar terlebih dahulu. Pukul 4 sore aku baru membuka pengumuman SBMPTN. Dan hasil dari pengumuman tersebut adalah aku dinyatakan tidak lolos. Mengetahui hal tersebut seketika duniah runtuh. Kecewa, gelisah, menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, bingung, perasaan campur aduk. Banyak notifikasi whatsapp yang menanyakan “Nda gimana keterima ta kamu?”, “gimana dek hasilnya?”, “gimana lolos ta kamu?”. Sebagai jawabanya aku hanya bisa menjawab “mungkin belum rezekiku, doakan yang terbaik.”
Setelah itu aku memutuskan untuk menutup akses media sosial seperti instagram, twitter, bahkan whatsapp pun aku memilih mengunmute status yang ada di dalam kontak whatsapp. Dan yang paling parah hanya sekedar membuka galeri hati ini tidak kuat melihat foto gambar diriku sendiri. Diri ini serasa gagal menjadi seorang anak, apa yang aku lakukan selama ini sia-sia. Pada waktu iku aku merasakan stress tidak tau apa yang harus akan ku katakan kepada orang tua ku. Pasti mereka akan kecewa atas kegagalan ini. Mereka dari dulu mnegiginkan anaknya untuk masuk negeri. Di dalam posisi itu membuat aku merenungkan apa yang telah aku lakukan selama ini yang membuat aku gagal. Dan ya jawabanya adalah memang aku sudah berusaha tapi mungkin belum maksimal dan pastinya banyak sekali keburukan yang aku lakukan selama itu. Kurang mensyukuri atas apa yang telah tuhan berikan kepada aku selama ini.
Membutuhkan waktu berhari-hari untuk bangkit dari keterpurukan itu. Memang banyak motivasi yang masuk selama aku dalam masa keterpurukan. Namun, mereka tidak membuat aku tenang. Sejatinya yang bisa membuat bangkit dari masalah hanyalah diri sendiri atas gerakan hati. Orang memang memberikan nasehat tapi belum tentu mereka membuat kita bangkit. Yang hanya kit lakukan setelah diberi motivasi dan semngat dalah menerimanya dan dijadikan pertimbangan hati diri ini untuk bangkit. ada suatu waktu aku curhat kepada teman aku dia mengirim sesuaatu motivasi tentang orang yang gagal SBMPTN. Banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan. Pesan yang sampai sekarang masih aku ingat dan mungkin ini memotivasi kalian agar merasa ikhlas ketika gagal di SBMPTN adalah gagal hari ini bukan berarti kalian kan gagal seterusnya. kalian sedang berada di fase menghabiskan jatah gagal kalian hari ini dan suatu saat pasti akan diganti dengan yang lebih indah. Percaya atau tidak percaya banyak disekitar yang mengalami kegagalan namun mereka memutuskan untuk mencoba lagi dan alhasil mereka diberikan yang terbaik. Contohnya ada yang sekarang memutuskan gapyear kemudia lulus di uiversitas yang di idolakan oleh semua orang. Ada yang memutuskan untuk mencari universitas melalui jalur lain dan mereka diterima. Ataupun ada yang meutuskan untuk memilih di universitas swasta dan pada waktu lulus dia adalah lulusan yang terbaik dan menjadi orang yang sukses. Jalan cerita orang tidak ada yang tau. Garis kehidupan orang berbeda-beda. Rezeki orang berbeda-beda. Dari situ aku menggerakan hati untu bangkit dan ya aku berhasil untuk melewati semua itu. Memang melelahkan sungguh, jika merasa capek ya istirahat sebentar lalu dilanjutkan lagi.
Awal kebangkitan ku dari kegagalan itu adalah mencoba menerimanya dengan woikhlas. Ada kejadian dimana dari kegagalanku ini dijadikan bahan untuk sempro oleh saudaraku sendiri. Bangga tentu, ternyata dari kegagalan mendatangkan manfaat. Di situ banyak pertanyaan yang ditanyakan “kenapa aku bisa gagal SBMPTN?”, “Setelah mengetahui aku gagal apa yang aku lakukan”, dia juga memberikan motivasi di setiap jawaban yang aku berikan. Akhirnya dari situ aku menyadari apa yang aku alami bukan akhir dari segalanya masih ada banyak kesempatan yang menanti ini adalah awal perjuangan awal ku.
Aku mulai mencoba mengikhlaskan atas apa yang telah aku alami percayakan saja kepada tuhan yang tidak pernah memberi cobaan dari batas kemampuan kita. Banyak kampus-kampus yang akan aku jadikan sebagai list untuk daftar sebagai awal perjuanganku. Banyak lika-liku juga yang aku alami selama daftar kampus. Faktor utamanya orang tuaku sendiri mereka tidak setuju aku kuliah di kampus A kemudian aku mencoba untuk mencari kampus lain dan tidak setuju lagi. Ada 3 kampus yang telah aku coba dan mereka tidak setuju. Mereka mengiginkan aku untuk kuliah di salah satu kampus aku setuju tapi jurusannya yang bermasalah. Aku mencoba menolak kali ini karena memang jika aku mengambil jurusan itu mau jadi apa aku dijurusan itu yang tidak tau apa-apa, ya aku tau semua pasti akan dimulai dari nol tapi itu bukan jurusan yang aku impikan bukan malah belajar melainkan aku tidak fokus yang akhirnya akan berakibat fatal pada IPK maupun prestasi dikampus. Lelah pasti apa-apa yang aku katakan tidak diterima mencoba untuk berbicara apa yang aku inginkan tidak diterima. Dari situ aku intropeksi diri sendiri apa si salah aku sampai apa yang aku inginkan tidak diterima. Sakit hati si iya sedikit hehehe tapi dikembalikan lagi aku sebagai anak hanya bisa menurut percaya saja mungkin mereka lebih mengetahui apa yang terbaik untuk aku dan mungkin ada masalah biaya yang menjadi faktornya yang mereka tidak ingin ceritakan kepada anaknya karena tidak ingin aku kepikiran masalah biaya.
Beberapa hari setelah mengalami banyak sekali perbedaan pendapat akhirnya menemukan titik temu. Dan ya titik temu itu adalah lagi-lagi aku menurut orang tua lagi. Bukan berarti aku tidak punya pendirian tapi aku tau ini yang terbaik bagi aku. Berawal dari saudaraku yang menyarankan untuk kuliah di universitas sekarang dan aku menikmatinya kuliah di kampus ku sekarang. Dulu tidak pernah teripikirkan untuk kuliah di kampus ini malah tidak masuk ke dalam list. Di luar digaan sekali setelah aku diterima dikampus ini alhamdulillah banyak sekali rezeki yang aku dapatkan. Di kampus ku sekarang ini aku mendapatkan beasiswa penuh. Sebelumnya tak pernah terpikirkan sesikitpun untuk mendapatkan beasiswa. Ya ini adalah jawaban dari semua perjuanganku ada hal manis yang aku dapatkan setelah berkali-kali mengalami kegagalan. Dan Ya ini jawaban dari semuanya aku mempercayai Tuhan tau apa yang terbaik bagi umatnya. Menurut kita suatu hal itu yang terbaik namun belum tentu itu yang terbaik bagi Tuhan. Tuhan telah menyiapkan yang terbaik untuk kita semuanya telah diatu dari rezeki, mati, jodoh itu semua sudah digariskan oleh Tuhan. Kita sebagai umatnya bersyukur atas apa yang dimilikkinya.
Dari pengalaman kegagalan ini banyak sekali yang merubah diri aku lebih merasa bersyukur atas apa yang terjadi, ikhlas dalam menerima cobaan, sabar dalam menghadapi ujian dan jangan lupa untuk selalu berbuat kebaikan. Sejatinya kesuksesan seseorang sudah digariskan masing-masing tugas kita hanya berusaha dan berdoa untuk menggapai kesuksesan tersebut.
Dan kehidupanku sekarang setelah mengalami kegagalan jauh lebih baik, lebih bisa menerima keadaan dengan baik. Banyak di luaran sana yang gagal berkali-kali tapi mereka mencoba bangkit dan sukses. Aku berpikir masa aku yang hanya diberi kegagalan ini sudah menyerah begitu aja. Dan kenapa aku merasa gagal hingga berada di fase akan stress. Alasanya yaitu dulu waktu SMA kedua orantuaku menginginkan aku untuk masuk di SMA Negeri tapi aku belum bisa mewujudkannya. Dan pada waktu pada waktu kelas 12 SMA mereka menginginkan anaknya untuk masuk ke universitas Negeri tapi lagi-lagi aku gagal mewujudkannya. Hati anak mana yang tidak sedih ketika belum bisa mewujudkan impian kedua orang tua. Padahal menurut aku swasta ataupun negeri itu sama saja. Sama-sama menjadi sekolah bergengsi tergantung kitanya mau berusaha apa tidak. Toh juga percuma jika masuk negeri tidak mempunyai attitude yang baik. Terkadang aku juga tidak tau dan selalu bertanya-tanya kenapa si orang tua di luaran sana terkadang tidak bisa mengetahui kemampuan anaknya. Kenapa sih kebanyakan orang tua diluaran sana banyak yang memaksa kehendak anaknya. Paling parahnya pernah suatu ketika aku memang lemah di pelajaran itu dan alhasil nilai yang aku dapatkan rendah kedua orangtua ku kecewa dan aku juga kecewa. Tetapi itu kemampuan aku segitu di paksa dalam bentuk apapun tidak bisa. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin tapi ya percuma lagi-lagi kemampuanku segitu. Banyak paksaan dan tuntutan yang aku dapatkan dari orang tua tapi aku hanya menerima tanpa membantah selagi itu yang terbaik untukku. Mungkin mereka menginginkan anaknya sukses tapi hanya caranya saja yang salah. Semua itu udah aku jadi pelajaran di dalam hidupku banyak hikmah yang aku dapatkan. Tugasku hanyalah membuat bangga kedua orang tua.
Aku bukanlah tipe yang suka mengumbar cerita yang aku alami semua adalah privasiku. Masalahku cukup aku yang tau, masalah aku dan kedua orang tua aku cukup kedua orang tua dan aku yang tau, masalah aku dengan keluargaku cukup aku dan keluargaku yang tau, begitupun juga masalah aku dengan temanku cukup aku dan temanku yang tau. Tidak usah melibatkan morang ke dalam masalah yang bukan ada keterkaitanyya dari dulu itu prinsipku. Semua orang memiliki privasi masing-masing tidak semua hal diceritakan kepada orang lain. Dan tidak seharusnya mereka diluaran sana kepo banget dengan masalah kita. Tidak semua masalah itu harus diceritakan ke semua orang bukan sok menutupi tapi itu privasi yang harus dijaga tidak semua orang bisa di percaya. Banyak diluar sana orang yang bermuka dua benar memang ada suatu kata yang mengatakan orang terdekatmulah yang membunuhmu perlahan-lahan. Ya memang tidak semua orang terdekat kita seperti itu tapi ada beberapa kenyataan yang seperti itu mereka menjelma menjadi orang yang baik di hadapan kita tapi dibelakang dia menjadi seorang penghianat. Dia akan berbicara tidak sesuai fakta sebenarnya.
Banyak orang yang berpura-pura peduli tapi niatnya itu kepo bukan peduli. Kenapa kepo karena selalu nanya sampai akar-akarnya tanpa mau mengasih saran atau masukan. Jangankan masukan atau saran bilang simpati saja tidak. Apakah itu yang dinamakan peduli?. Sikap yang diambil dalam mennghadapi orang seperti itu adalah jawab seadanya jika memang itu privasi jujur saja itu privasi yang harus dijaga. Terserah mereka jika nanti akhirnya mereka membuat topik untuk menghujat kita. Mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi jadi diam yang terbaik. Selama dia tidak menghujat tentang orang tua dan menjatuhkan harga diri diam saja. Mereka akan berhenti jika apa yang mereka sedang bincangkan tidak digubris sama sekali.
Beginilah kehidupan pasti ada orang yang menghujat tanpa mengetahui faktanya berbicara seenak jidat mereka. Tidak mengerti perasaan sakit yang dialami oleh korban yang dihujat. Apalagi jika ada musuhnya yang mengalamai kegagalan seolah-olah ada kemenangan yang dirasakan. Tapi beruntung orang yang mengalami kegagalan pasti akan tau mereka tidak tau apa-apa memang ini kegagalanku bukan berarti mereka bisa menghina. Di tunggu saja jika kelak dewasa siapa yang akan minta carikan lowongan kerja. Terlihat seperti sadis ya sampai di bawa ke masa depan. Tapi memang itu faktanya rasa sakit yang dirasakan akan terus dibawa dan di ingat - ingat sampai nanti karena rasanya itu sangat membekas di relung hati.
Ada faktanya orang yang mengalami kegagalan tambah dihujat dia teman aku sendiri. Dia dikatain kegagalan yang dialami salah dia sendiri karena memilih universitas yang lebih tinggi. Jika orang yang berfikiran baik dia tidak akan menghina mereka akan mensuportnya bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya dan disinilah awal perjuangan. Sakit sungguh sakit sekali aku sebagai temannya saja merasakan sakit sampai teringat sampai kapan pun. Pribadi orang memang berbeda - beda sifat setiap orang pun pasti berbeda inilah kehidupan ada yang suka ada yang benci. Aku tidak bisa memaksa mereka untuk menyukaiku semua pasti ada yang tidak menyukaiku. Karena setiap apa yang aku lakukan belum tentu baik di mata mereka meskipun aku telah melakukan yang terbaik sekalipun karena cara pandang orang itu berbeda - beda.
Tugas kita berusaha menjadi yang terbaik meski tidak dipandang baik. Biar kata orang bilang apa mereka tidak tau apa yang telah kita usahakan. Lebih baik menerima orang yang telah menghargai kita daripada orang yang tidak pernah memandang kita sama sekali. Buang - buang waktu jika mengurusi orang yang seperti itu tidak ada habisnya pasti ada saja kurangnya. Lebih baik cintai diri sendiri apa yang telah kamu miliki coba mensyukuri banggalah terhadap dirimu sendiri. Setiap orang itu pasti memiliki kelebihan masing - masing. Jangan pernah merasakan insecure tanamkan dalam dirimu bahwa kamu hebat, kamu punya kelebihan. Dan jangan pernah iri kepada seseorang dari iri itulah yang menyebabkan jiwa insecure. Selalu pandanglah ke bawah banyak orang yang belum beruntung banyak orang yang belum layak hidupnya jangan pandang orang yang berada diatasmu itu akan mempersulit kamu sendiri. Orang yang selalu memandang dari atas hidupnya tidak akan pernah maju dan tidak pernah merasakan kenikmatan.
Ketika kamu merasa iri kamu akan terus menerus merasa gagal. Gagal dalam arti kamu kalah dari semua yang tidak kamu miliki. Faktanya kamu bisa menang, kamu bisa unggul dari yang lain. Tugasmu bersyukur, berdoa, dan berusaha orang yang selalu bersyukur akan ditambah kenikmatanya. Kamu mempunyai sedikit rezeki kamu perlu bersyukur banyak diluar sana yang belum memiliki rezeki. Kamu gagal dalam masuk ke perguruan tinggi negeri kamu harus bersyukur Tuhan akan menyiapkan perguruan tinggi mana yang terbaik untukmu. Tuhan tau mana yang tebaik untuk kita jadi ikhlas pasti suatu saat akan digantikan yang lebih baik. Jika memang di dunia belum digantikan siapa tau di dalam akherat akan di gantikan yang lebih baik lagi. Sabar proses tidak akan menghianati hasil percaya dengan kata - kata itu. Mungkin memang bukan sekarang tapi kita tidak tau kedepannya bagaimana karena garis kehidupan sudah ada yang menentukan. Jika memang cerita kehidupannya seperti itu ya di syukuri saja pasti hidup akan menjadi lebih nikmat.
Kalian di luaran sana jangan mudah menyerah atas keadaan yang kalian alami. Selalu pandanglah ke bawah banyak orang yang tidak seberuntung kalian. Percaya Tuhan akan menyiapkan yang terbaik untuk kita. Kalian yang pernah merasakan tertekan atas perbuatan kedua irang tua kalian sabar saja ambil hikmahnya jangan sampai kalian durhaka kepada orang tua. Jika memang yang di lakukan kedua orang tua kalian tidak baik kalian wajib ingat suatu saat nanti jangan di praktekan kepada anak - anak kalian. Jadikan saja pengalaman untuk proses pendewasaan diri. Mungkin mereka tidak sadar telah melukai hati anaknya tapi kalian ingatlah perjuangan kedua orang tua kalian susah payah membesarkan kita dengan setulus hati. Dan untuk kalian yang pernah di hujat oleh orang yang tidak mengetaui faktanya sudah diamkan saja selama itu tidak melukai harga diri dan menjatuhkan kedua orang tua.
Dan yaa.... inilah akhir dari semua proses belajar dari arti kegagalan. Tidak mudah menerima kegagalan tapi ingatlah ini awal perjuangan kalian semangat dalam menjalani kenyataan hidup ini. Memang terkadang realitanya lebih indah daripada ekspektasinya. Semangat buat kalian yang sedang berjuang kita semua masih berjuang bersama - sama untuk memetik keberhasilan. Jangan patah semangat ayo bangkit di luaran sana banyak orang yang sedang berusaha. Jangan mau kalah kalian pasti bisa percayakan saja semua pada Tuhan. Yang lagi berjuang untuk masuk ke perguruan tinggi negeri semangat juga ya... jika nantinya kalian gagal seperti aku jangan lupa bersyukur, ikhlasin saja percayakan saja kepada Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik buat kalian. Jangan sampai kalian mengganggap diri kalian bodoh kalian hebat karena sudah mencoba proses yang begitu berat. Angkat kepala kalian tersenyumlah yakinkan bahwa kalian bisa sukses dengan cara kalian. Karena kunci sukses bukan terletak dimana kita bersekolah tapi terletak pada diri kita sendiri. Hanya diri sendiri yang bisa menentukan kesuksesan. Dan untuk semuanya jangan lupa self love ya karena itu penting untuk kesehatan jiwa kita. Jangan insecuran kepada orang lain kalian hebat dengan cara kalian sendiri. Jangan lupa selalu bersyukur ya kalian semua selalu menjalankan kewajiban kalian sebagaimana mestinya agar hati menjadi lebih damai. Jangan hiraukan mereka yang iri kepada kalian mereka selalu merasa iri karena mereka tidak bisa menjadi lebih baik dari kalian mangkanya mereka selalu mengusik hidup kalian. Kehidupan sudah ada yang mengatur kita tinggal berproses menjadi yang lebih baik. Hasil baik buruknya serahkan kepada Tuhan tugas kita hanyalah berusaha dan berdoa.

Komentar
Posting Komentar